Subscribe:

Social Icons

Featured Posts

Jumat, 20 Februari 2015

SP2B




Apa itu SP2B ?

Adalah sebuah sistem dalam penanganan banjir yang diadopsi menggunakan gabungan antara beberapa teknologi digital yang digunakan untuk pengawasan dan pengaduan masalah lingkungan terutama bencana banjir yang terintegrasi dalam pengaplikasiannya.
Sistem ini didesain tidak langsung menangani permasalah ketika banjir berlangsung, namun system ini didesain untuk mencegah dan mengawasi banjir. Pada prinsipnya adalah sedia payung sebelum hujan. 



Infrastruktur SP2B

Berikut ini akan dijelaskan beberapa infrastruktur Sistem Pengawasan dan Pengaduan Banjir. Kebutuhan dalam demonstrasi SP2B adalah perangkat keras, perangkat lunak, dan jaringan komputer sebagai elemen-elemen penting infrastruktur sebuah SP2B. Perangkat utama yang diperlukan dalam SP2B adalah Webcam untuk sensor, computer personal (PC), internet (inter-networking), dan world wide web (WWW). Ketiga hal tersebut memungkinkan adanya SP2B. SP2B juga memerlukan sistem informasi. Ada tiga elemen penting yang diperlukan dalam pengembangan sistem informasi, yaitu perangkat keras (hardware), perangkat lunak (software), dan manusia (brainware).

a) Perangkat Keras untuk SP2B

Berikut ini adalah perangkat keras utama yang digunakan dalam SP2B
- Komputer Server, sebagai tempat pengolahan dan menjalankan program SP2B.
- Komputer Monitoring, untuk memproses sensor deteksi motion atau sensor ketinggian air untuk diteruskan ke internet
- Access Point, sebagai alat penyebar sinyal wireless agar bisa diakses melalui wifi.
- Webcam, sebagai alat utama untuk mendeteksi ketinggian air pada titik tertentu.
- Speaker / Sound, untuk simulasi mendengarkan notifikasi berupa suara.
- Tabung Sample (Aquarium), sebagai contoh tabung sample pada implementasinya.
- Pelampung, untuk mendukung kinerja sensor bekerja dengan baik sebagai objek yang akan menjadi fokus yang diamati.

b) Perangkat Lunak
- Program pendeteksi gerakan menggunakan kamera, sebagai alat input utama berupa sensor terhadap suatu objek yang akan diamati.
- Web server, yaitu server yang akan melayani permintaan-permintaan layanan web page dari para pengguna internet. Sedangkan untuk perangkat lunak yang paling banyak digunakan adalah Apache yang bersifat open source (bebas terbuka-gratis). Untuk yang mengunakan Microsoft, terdapat perangkat lunak untuk web server yaitu IIS (Internet Information Sevices).
- Database server, yaitu jantung sebuah perpustakaan digital karena di sinilah keseluruhan koleksi disimpan
- FTP server, yaitu untuk melakukan kirim/terima berkas melalui jaringan komputer
- Mail server, yaitu server yang melayani segala sesuatu yang berhubungan dengan surat elektronik (e-mail).
- Proxy server, yaitu untuk pengaturan keamanan penggunaan internet dari pemakai- pemakai yang tidak berhak dan juga dapat digunakan untuk membatasi ke situs-situs yang tidak diperkenankan.




c) Sumber Daya Manusia
- Database Administrator, yaitu penanggungjawab kelancaran basis data,
- Network Administrator, yaitu penanggungjawab kelancaran operasional jaringan komputer,
- System Administrator, yaitu penanggungjawab dalam hak akses sistem,
- Web Master, yaitu penjaga agar website beserta seluruh halaman yang ada di dalamnya tetap beroperasi sehingga bisa diakses oleh pengguna,
- Helpdesk, sebagai bagian dari pendukung adanya sistem pengaduan online.


Pengertian Citra Digital
Citra dapat berbentuk foto hitam putih atau berwarna, sinyal-sinyal video seperti gambar pada monitor televisi, atau bersifat digital yang dapat langsung disimpan pada suatu pita magnetik. Menurut presisi yang digunakan untuk menyatakan titik-titik koordinat pada ranah waktu atau bidang dan untuk menyatakan nilai keabuan atau warna suatu citra, maka secara teoritis citra dapat dikelompokkan menjadi empat kelas citra, yaitu cara kontinu-kontinu, kontinu-diskret,diskret-kontinu, dan diskret-diskret; dengan label pertama menyatakan presisi dari titik-titik koordinat pada bidang citra sedangkan label kedua menyatakan presisi nilai keabuan atau warna. Kontinu dinyatakan dengan presisi takhingga, sedangkan diskret dinyatakan denganpresisi angka berhingga. Pengubahan citra yang bersifat 11

kontinu menjadi citra yang bersifat diskret memerlukan pembuatan kisi-kisi arah vertikal dan horisontal,sehingga diperoleh citra dalam bentuk larik duadimensi. Proses tersebut dikenal sebagai proses digitisasi atau pencuplikan (sampling). Setiapelemen larik tersebut dikenal sebagai elemengambar atau piksel.

 Pengolahan Citra Digital
Pengolahan Citra merupakan proses pengolahan dan analisis citra yang banyak melibatkan persepsi visual. Proses ini mempunyaiciri data masukan dan informasi keluaran yang berbentuk citra. Proses pengolahan citra dalam bentuk digital secara umum mempertimbangkan masalah peningkatan mutu citra atau perbaikan citra. Istilah pengolahan citra digital secara umum didefinisikan sebagai pemrosesan citra dua dimensi dengan komputer. Dalam definisi yang lebih luas, pengolahan citra digital juga mencakup semua data dua dimensi. Citra digital adalah barisan bilangan nyata maupun kompleks yang diwakili oleh bit-bit tertentu. Proses pengolahan citra digital dapat dilihat pada gambar berikut.
Proses Pendeteksian Gerak
Deteksi keberadaan secara sederhana dapat dilakukan dengan mencari perubahan posisi antaradua buah citra yang berurutan yang diperoleh dari hasil pencitraan dengan menggunakan webcam. Dalam Tugas Akhir ini ada metode operasi perhitungan yang digunakan untuk mendeteksi adanya suatu gerakan, yaitu operasi perubahan posisi piksel putih (255). Operasi perbandingan antara dua buah citra, dimana kedua buah citra tersebut memiliki objek yang sama (latar belakang/background dari citra tersebut sama). Bila terdapat perubahan posisi piksel putih (255) maka dapat disimpulkan adanya gerakan.
Sensor ketinggian air menggunakan webcam
Pengawasan dimaksudkan adalah menggunakan system pendeteksi dini banjir dengan menerapkan teknologi sensor sebagai alat pengukur ketinggian air, disini kita bisa melihat kondisi air dari mana saja menggunakan remote camera yang terhubung jaringan. Selain itu, system akan secara otomatis melakukan notifikasi juga untuk membantu kita dalam mendeteksi ketinggian air jika sudah mencapai titik tertentu. Artinya, masyarakat akan lebih waspada terhadap ketinggian air yang sudah mulai melebihi kapasitas penampungan bendungan sungai. Berikut gambaran system yang akan dibuat sebagai pengawasan banjir.



Dapat diketahui melalui gambar diatas bahwa sensor yang akan kami coba adalah sensor pendeteksi dini ketinggian air menggunakan webcam, dan akan diberi system auto notifikasi melalui berbagai macam metode seperti diatas. Dan juga bisa akses dari mana saja, sehingga lebih fleksibel dan efisien.
Dari gambar diatas tersebut, dapat dijelaskan dengan penjelasan sebagai berikut :
- Kamera dipasang pada titik tertentu sebagai acuan ketinggian maksimal air pada bendungan dengan status bahaya, karena status bahaya tersebut akan diberi sebuah sensor untuk membuat auto notifikasi.
- Kamera webcam yang terhubung dengan komputer, dikonfigurasi terlebih dahulu menggunakan sebuah software yang memanfaatkan webcam sebagai sensor pendeteksi ketinggian air yang kami eksplorasi disini, supaya dapat mendeteksi secara otomatis ketinggian air pada titik tertentu.


- Ketika air sudah mencapai titik tertentu, maka sensor akan menangkap perubahan objek yang diamati, maka disini akan dikonfigurasi sebuah auto notifikasi baik suara, gambar, upload file ke server (ftp), maupun pengiriman email.
- Notifikasi dapat memebantu warga setempat dalam mengetahui status yang diberikan bendungan tersebut. Sehingga warga diharapkan siap siaga dalam menghadapi banjir.
- Peran Komputer & Software ini adalah sebagai alat pemroses suatu pemasukan informasi data yang dilakukan oleh webcam yang kemudian diteruskan menjadi aksi berupa notifikasi yang bisa diakses oleh warga masyarakat.

0 komentar:

Posting Komentar