Apa itu SP2B ?
Adalah sebuah sistem dalam
penanganan banjir yang diadopsi menggunakan gabungan antara beberapa teknologi
digital yang digunakan untuk pengawasan dan pengaduan masalah lingkungan
terutama bencana banjir yang terintegrasi dalam pengaplikasiannya.
Sistem ini didesain tidak
langsung menangani permasalah ketika banjir berlangsung, namun system ini
didesain untuk mencegah dan mengawasi banjir. Pada prinsipnya adalah sedia
payung sebelum hujan.
Infrastruktur SP2B
Berikut ini
akan dijelaskan beberapa infrastruktur Sistem Pengawasan dan Pengaduan Banjir.
Kebutuhan dalam demonstrasi SP2B adalah perangkat keras, perangkat lunak, dan
jaringan komputer sebagai elemen-elemen penting infrastruktur sebuah SP2B.
Perangkat utama yang diperlukan dalam SP2B adalah Webcam untuk sensor, computer
personal (PC), internet (inter-networking), dan world wide web (WWW). Ketiga
hal tersebut memungkinkan adanya SP2B. SP2B juga memerlukan sistem informasi.
Ada tiga elemen penting yang diperlukan dalam pengembangan sistem informasi,
yaitu perangkat keras (hardware), perangkat lunak (software), dan manusia
(brainware).
a)
Perangkat Keras untuk SP2B
Berikut ini
adalah perangkat keras utama yang digunakan dalam SP2B
- Komputer Server, sebagai tempat pengolahan dan
menjalankan program SP2B.
- Komputer Monitoring, untuk memproses sensor deteksi
motion atau sensor ketinggian air untuk diteruskan ke internet
- Access Point, sebagai alat penyebar sinyal wireless
agar bisa diakses melalui wifi.
- Webcam, sebagai alat utama untuk mendeteksi
ketinggian air pada titik tertentu.
- Speaker / Sound, untuk simulasi mendengarkan
notifikasi berupa suara.
- Tabung Sample (Aquarium), sebagai contoh tabung
sample pada implementasinya.
- Pelampung,
untuk mendukung kinerja sensor bekerja dengan baik sebagai objek yang akan
menjadi fokus yang diamati.
b) Perangkat Lunak
- Program pendeteksi gerakan
menggunakan kamera, sebagai alat input utama berupa sensor terhadap suatu objek
yang akan diamati.
- Web server, yaitu server yang akan melayani
permintaan-permintaan layanan web page dari para pengguna internet. Sedangkan
untuk perangkat lunak yang paling banyak digunakan adalah Apache yang bersifat
open source (bebas terbuka-gratis). Untuk yang mengunakan Microsoft, terdapat
perangkat lunak untuk web server yaitu IIS (Internet Information Sevices).
- Database server, yaitu jantung sebuah perpustakaan
digital karena di sinilah keseluruhan koleksi disimpan
- FTP server, yaitu untuk melakukan kirim/terima
berkas melalui jaringan komputer
- Mail server, yaitu server yang melayani segala
sesuatu yang berhubungan dengan surat elektronik (e-mail).
- Proxy
server, yaitu untuk
pengaturan keamanan penggunaan internet dari pemakai- pemakai yang tidak berhak
dan juga dapat digunakan untuk membatasi ke situs-situs yang tidak
diperkenankan.
c)
Sumber Daya Manusia
-
Database Administrator, yaitu penanggungjawab kelancaran basis data,
-
Network Administrator, yaitu penanggungjawab kelancaran operasional jaringan
komputer,
-
System Administrator, yaitu penanggungjawab dalam hak akses sistem,
-
Web Master, yaitu penjaga agar website beserta seluruh halaman yang ada di
dalamnya tetap beroperasi sehingga bisa diakses oleh pengguna,
- Helpdesk, sebagai bagian dari
pendukung adanya sistem pengaduan online.
Pengertian Citra Digital
Citra dapat berbentuk foto
hitam putih atau berwarna, sinyal-sinyal video seperti gambar pada monitor
televisi, atau bersifat digital yang dapat langsung disimpan pada suatu pita
magnetik. Menurut presisi yang digunakan untuk menyatakan titik-titik koordinat
pada ranah waktu atau bidang dan untuk menyatakan nilai keabuan atau warna
suatu citra, maka secara teoritis citra dapat dikelompokkan menjadi empat kelas
citra, yaitu cara kontinu-kontinu, kontinu-diskret,diskret-kontinu, dan
diskret-diskret; dengan label pertama menyatakan presisi dari titik-titik
koordinat pada bidang citra sedangkan label kedua menyatakan presisi nilai
keabuan atau warna. Kontinu dinyatakan dengan presisi takhingga, sedangkan
diskret dinyatakan denganpresisi angka berhingga. Pengubahan citra yang
bersifat 11
kontinu menjadi citra yang bersifat diskret memerlukan
pembuatan kisi-kisi arah vertikal dan horisontal,sehingga diperoleh citra dalam
bentuk larik duadimensi. Proses tersebut dikenal sebagai proses digitisasi atau
pencuplikan (sampling). Setiapelemen larik tersebut dikenal sebagai
elemengambar atau piksel.
Pengolahan Citra
Digital
Pengolahan Citra merupakan proses pengolahan dan analisis
citra yang banyak melibatkan persepsi visual. Proses ini mempunyaiciri data
masukan dan informasi keluaran yang berbentuk citra. Proses pengolahan citra
dalam bentuk digital secara umum mempertimbangkan masalah peningkatan mutu
citra atau perbaikan citra. Istilah pengolahan citra digital secara umum
didefinisikan sebagai pemrosesan citra dua dimensi dengan komputer. Dalam
definisi yang lebih luas, pengolahan citra digital juga mencakup semua data dua
dimensi. Citra digital adalah barisan bilangan nyata maupun kompleks yang diwakili
oleh bit-bit tertentu. Proses pengolahan citra digital dapat dilihat pada
gambar berikut.
Proses Pendeteksian Gerak
Deteksi keberadaan secara sederhana dapat dilakukan dengan
mencari perubahan posisi antaradua buah citra yang berurutan yang diperoleh
dari hasil pencitraan dengan menggunakan webcam. Dalam Tugas Akhir ini
ada metode operasi perhitungan yang digunakan untuk mendeteksi adanya suatu
gerakan, yaitu operasi perubahan posisi piksel putih (255). Operasi
perbandingan antara dua buah citra, dimana kedua buah citra tersebut memiliki
objek yang sama (latar belakang/background dari citra tersebut sama).
Bila terdapat perubahan posisi piksel putih (255) maka dapat disimpulkan adanya
gerakan.
Sensor ketinggian air
menggunakan webcam
Pengawasan dimaksudkan adalah menggunakan system pendeteksi
dini banjir dengan menerapkan teknologi sensor sebagai alat pengukur ketinggian
air, disini kita bisa melihat kondisi air dari mana saja menggunakan remote
camera yang terhubung jaringan. Selain itu, system akan secara otomatis
melakukan notifikasi juga untuk membantu kita dalam mendeteksi ketinggian air
jika sudah mencapai titik tertentu. Artinya, masyarakat akan lebih waspada
terhadap ketinggian air yang sudah mulai melebihi kapasitas penampungan
bendungan sungai. Berikut gambaran system yang akan dibuat sebagai pengawasan
banjir.
Dapat diketahui melalui gambar
diatas bahwa sensor yang akan kami coba adalah sensor pendeteksi dini
ketinggian air menggunakan webcam, dan akan diberi system auto notifikasi melalui
berbagai macam metode seperti diatas. Dan juga bisa akses dari mana saja,
sehingga lebih fleksibel dan efisien.
Dari gambar diatas tersebut,
dapat dijelaskan dengan penjelasan sebagai berikut :
- Kamera
dipasang pada titik tertentu sebagai acuan ketinggian maksimal air pada
bendungan dengan status bahaya, karena status bahaya tersebut akan diberi
sebuah sensor untuk membuat auto notifikasi.
-
Kamera webcam yang terhubung dengan
komputer, dikonfigurasi terlebih dahulu menggunakan sebuah software yang
memanfaatkan webcam sebagai sensor pendeteksi ketinggian air yang kami
eksplorasi disini, supaya dapat mendeteksi secara otomatis ketinggian air pada
titik tertentu.
- Ketika air sudah mencapai
titik tertentu, maka sensor akan menangkap perubahan objek yang diamati, maka
disini akan dikonfigurasi sebuah auto notifikasi baik suara, gambar, upload
file ke server (ftp), maupun pengiriman email.
- Notifikasi dapat memebantu
warga setempat dalam mengetahui status yang diberikan bendungan tersebut.
Sehingga warga diharapkan siap siaga dalam menghadapi banjir.
- Peran
Komputer & Software ini adalah sebagai alat pemroses suatu pemasukan
informasi data yang dilakukan oleh webcam yang kemudian diteruskan menjadi aksi
berupa notifikasi yang bisa diakses oleh warga masyarakat.




0 komentar:
Posting Komentar